Sabtu, 21 September 2019

Keresahan Seorang Ibu saat Menyapih Anak



Menyapih anak pas umur 2 tahun?

Mungkin yang belum pernah mengalami hal ini, akan menganggap sepele, biasa saja, paling rewel 3 hari udah itu anak lupa, dan lain sebagainya.

Tahukah kamu betapa sakitnya seorang Ibu saat anaknya rewel, jangankan 3 hari, 2 menit saja ibu tidak tega melihat anaknya menangis. Sebenarnya aku bekerja, jadi anakku sudah terbiasa tidak nenen siang, tapi kalua malem dia nempel bangun langsung nenen.

04 Agustus 2019 anakku genap berumur 2 tahun, aku mulai berpikir waktunya disapih, pernah mencoba ngasih lipstick disekitar payudara, tapi dia hapus, pernah juga nyoba ga dikasih pas dia minta, malah nangis ga karuan akhirnya ga tega.

Tidak tega melihat anaknya menangis, satu alasan besar untuk ibu menunda menyapih anak, sampai orangtuaku memberi saran agar aku tinggal beberapa hari di Bogor agar anakku lupa dan aku tidak usah melihat anak nangis tengah malam. Suami pun sempat bertanya, kan udah 2 tahun kenapa belum disapih? Aku masih bingung gimana caranya.

Aku banyak ngobrol sama orang-orang disekitarku, kebanyakan tidak memaksakan untuk disapih, mereka medapatkan “alasan” anak tidak mau lagi “nenen”. Aku sempat iri kepada mereka, ada yang bilang anaknya liat kita mandi terus payudara disabunin dan anaknya jadi jijik, tidak berpengaruh terhadap anakku, yang lainnya kebanyakan lecet dan keluar darah dari payudara, jadi kalua anaknya nenen campur darah gitu, aku gamau kaya gitu.

Ayah dan neneknya sering meledek anakku “ih, udah gede kok masih nenen?”.
Dia cemberut aja, dan disuatu minggu sore 15 September 2019 dia bilang
“Udah gede ya Mah? Ga boleh nenen?” dengan cadel dia bilang gitu
“Iya ga boleh, kalo mau punya Dede bayi ga boleh nenen.”
Dia ga jadi nenen sore itu, dan pas malam dia mau nenen sampe nangis tersedu aku dan suami ga tega akhirnya aku mengurungkan niatky menyapih anak.

19 September 2019 dia bangun pagi, nyiumin aku yang pura-pura tidur sebelah dia, dia pengen nenen, aku keluarkan payudara dan aku pencet sehingga ASI nya keluar, dan tiba-tiba dia guling ngejauh.
Aku tanya, “Kenapa Neng? Jijik ya putih putih atasnya?”
“Iya, jangan dipencet!”
Aku sengajain aja pencet-pencet biar keluar ASInya, dia gamau nenen lagi, sinyal bagus nih, aku bikini susu dot aja, dia gamau.

Malemnya dia lupa, aku pencet lagi, nangis lagi, akhirnya aku menginap dirumah orangtuaku, karena suami sedang di Bogor. Dia minta-minta terus tapi ga aku kasih, diliatin pun enggak.
Dua hari pertama tiap dia bangun malem pasti nangis pengen nenen, tapi aku nguatin diri sendiri biar ga ngasih lagi ASI. Sebenernya aku pun sebagai seorang ibu ada perasaan sedih saat harus menyapih anak, biasa dia tidur nempel dipeluk, sekarang dia guling-guling sendiri. Tapi yaa begitulah, semua fase akan terlewati, mungkin tidak akan terasa anakku akan tumbuh besar, sekolah, bekerja, menikah, dan menjadi seorang ibu sepertiku.

Jadi saat ada seorang ibu belum menyapi anaknya padahal umurnya sudah lebih dari 2 tahun, mengertilah itu tidak semudah yang dibayangkan.

Nikmat sekali bisa memberikan ASI kepada anak, Terima kasih Yaa Allah telah memberiku rezeki ASI yang subur untukku dan anakku.

Self reminder : “Nikmati saja momen masa kecil anak kita, karena itu tidak akan pernah terulang, jangan membentak saat mereka menangis, berbuat salah, maafkan Ibu nak……”

Jumat, 04 Januari 2019

Review Cantiqa Kemiri

Aku sedikit khawatir anakku yang sudah menginjak umur 17 bulan, tapi rambutnya masih tipis, cenderung botak. Apalagi dia seorang anak perempuan yang cantik (kata ibunya)
Kadang sedih, dia suka sekali sama jepit rambut, iket rambut yang lucu-lucu tapi mau dicantolin dimana? Orang rambutnya aja masih tipis begitu.

Ini dia penampakan rambut anakku ketika berumur 16 bulan


Punya rambut tipis sama alis tipis memang sudah keturunan dari ibu nya, rambutku aja tipis apalagi alis, dikatain botak mulu sama temen-temen, beda sama ayahnya, yang punya rambut dan alis tebal.
Setelah searching kesana kemari aku coba sama satu produk namanya Cantiqa Kemiri, aku beli di Tokopedia paketan harganya Rp. 130.000,- (free ongkir).
Dengan harga segitu udah dapet Minyak Kemiri dan Saripati Kemiri, dapet juga hadiah hair cap dai plastik gitu, ada sih minyak kemiri yang lain harganya jauh dibawah itu, tapi ngeliat rambut anakku yang paling tipis diantara temen seusianya, mudah-mudahan bisa manjur.
setelah aku buka paketnya taraaaaaaaaaaaaaa

Sebelumnya aku baca review produk ini katanya baunya menyengat, tapi kalau menurut aku sih bau nya tidak begitu enak tapi masih oke lah, bau kemiri gosong, gapapa lah yang penting rambut anakku tumbuh.

Cara pemakaiannya :
  1. Gunakan piring kecil dan sendok teh
  2. Campurkan minyak dan saripati kemiri dengan takaran 2:1 (2 sdt minyak dan 1 sdt pati)
  3. Oleskan pada kulit kepala secara merata
  4. Diamkan minimal 2 jam atau semalaman untuk hasil maksimal
  5. Untuk bayi gunakan minimal 30 menit atau lebih lama (Anakku 2 jam)
  6. Bilas dengan shampoo hingga bersih
Ada juga rangkaian hair mask nya, tapi anakku masih bayi belum perlu, mungkin nanti perlu untuk ibunya.
Setelah pakai sekali ini hasilnya

Masih belum keliatan yahhh? yailah baru juga sekali pakai, nanti aku update lagi setelah sebulan kemudian
I'll be back :)))


Kamis, 23 Agustus 2018

Bayi Sariawan Sampai Masuk UGD

Mungkin yang terlintas dalam pikiran kalian saat membaca judul ini "Lebay! anak sariawan aja sampe harus dibawa ke UGD, biasa aja keleessssssssssssss 😕"

Yaaa, kejadian ini waktu farisha berumur 11 bulan. Begini ceritanyaaa..

Malam jumat farisha badannya agak anget, aku kasih aja sanmol  paracetamol yang banyak dijual di apotek, alhamdulillah pas hari jumat panasnya turun, tapi dia masih mau makan minum, kalau kata orang sunda mah "gembul keneh" dan maen ceria seperti biasa.

Beginilah bentuk obatnya

Sabtu pagi aku dan suamiku berangkatlah kerja, karena lihat farisha udah sehat, tapi pulang kerja suamiku pergi ke Garut, ke rumah orang tuanya untuk berkunjung, rencananya dari minggu kemaren, tapi aku sama Farisha ga ikut, kan baru sembuh.

jeng jeng, pulang kerja aku ngeliat farisha nangis, minta aku gendong, aku gendong dan kata Abahnya, farisha nangis dari jam 10 ga berhenti, dan aku nyampe rumah sekitar jam 12.45, aku juga bingung kenapa ya, dia ga mau nenen dan terus aja nangis? Soalnya Farisha ga pernah kaya gitu, terus ada tetangga yang ngasih tau kayanya Farisha sariawan, dan dia bilang jangan dikasih pisang dulu.

Aku pun searching di hp, liat tentang sariawan bayi sambil gendong farisha, dan aku melihat kalau anak sariawan kasih es krim, karena Farisha udah 11 bulan aku kasih aja es krim, dia makan sambil nangis, sepertinya dia lapar, tapi sakit kalo makan, aku pun ga tega. Setelah makan es krim aku gendong sampe tidur, aku titip nene nya, terus aku langsung ke apotek nyari obat sariawan buat bayi. Aku dikasih obat Cazetin Nystatin harganya Rp. 25.000,- langsung aku kasih farisha dan alhamdulillah dia mau nenen.

Ini penampakan obatnya
Dia udah mau makan bubur bayi instan yang aga encer, kasian dia biasanya banyak makan, pasti laper, sampe akhirnya pas maghrib nene sama abahnya ngasih dia pisang dan setelah makan pisang dia jerit-jerit nangis lagi, itu baru aja aku kasih Cazetin Nystatin, sama nenenya ga boleh dikasih obat lagi soalnya baru dikasih obat, terus karena rumahku ada didalam gang, tetangga pada denger, ngasih daun katuk lah, tetanggaku pada nyari daun katuk terus diremes diambil airnya diminumin, tetep aja nangis.

Karena udah jam 10 malem masih nangis, gamau tidur gamau makan akhirnya aku bawa aja ke rumah sakit terdekat, aku masuk UGD, dan anakku pas nyampe rumah sakit berhenti nangis, bingung liat lampu-lampu ruang UGD, banyak orang lalu lalang "Laahhh de? Kenapa pas dirumah sakit malah diem?"

Perawatnya tanya "Siapa yang sakit?"

"Anak saya sus." Jawabku

"Kenapa?" 

"Sariawan." Aku menjawabnya dengan sedikit malu, karena ekspresi susternya kaya yang gimanaaaa gitu, anak sariawan aja dibawa ke UGD.

Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, ditangani oleh dokter dan dikasih obat penahan rasa sakit yang dimasukin ke dubur anak, setelah itu dikasih obat, Sanmol lagiii, yaelah dirumah juga ada sanmol mah, dan satu lagi obat sariawannya Mycostatin Nistatin harganya sekitar Rp. 55.000,- kalau liat di struknya, untung obat sariawannya beda, kalo sama rasanya pengen lempar, yang beginimah dirumah juga punya dan aku membayar Rp. 225.000 untuk dokter dan obatnya. 
 Ini dia penampakan Mycostatin Nystatin

Akhirnya kami pulang sekitar jam 11 malam, dijalan Farisha mulai tenang dan tertidur, jam 2 malem dia bangun dan nangis lagi, aku kasih Mycostatin Nistatin dan gak lama dia tidur kembali sambil nonon.

Begitulah pengalamanku, hikmahnya kalau anak sariawan jangan dikasih pisang dulu.